Friday, May 27, 2011

A Little Memory

"Cinta itu indah", begitulah kata orang-orang. Tapi itu hanya berlaku bagi orang yang sedang jatuh cinta.
Kata temanku, kalau sedang jatuh cinta "makanan yang pahit pun bisa terasa bagaikan coklat manis". Haha
Yahh, itu yang bisa kita lihat dalam kehidupan sekarang ini.

Masing masing orang memiliki kesenangan dan kesan tersendiri mengenai cinta. Tapi ap yang berbekas di pikiranku?

Satu prinsip yang tertancap dalam pikiranku saat ini, "Jangan menerima cinta dan memberi harapan ketika anda kesepian, tetapi berilah harapan ketika hati itu telah siap"
Kesepian mungkin seringkali dirasakan, tetapi itulah manusia, tidak pernah dapat melihat siapa yang perhatian padanya dan terus saja merasa sendiri.

Apa yang anda pikirkan saat ada seseorang yang tiba-tiba masuk ke kehidupanmu dan mampu menarik segala perhatianmu?bingung??pasti sangat bingung.

Bingung dengan diri sendiri dan perasaanmu. Yaa

Itulah yang kurasakan pada saat itu, terlalu tiba-tiba, ya, orang yang awalnya hanya sebagai teman curhat, canda ataupun cerita bisa berubah menjadi orang menjadi gantungan hidupmu. Orang yang akan kau cari setiap hari, kapanpun dan dimanapun.

Dan apa yang kau lakukan bila orang itu saat ternyata ia pun punya kebingungan yang sama denganmu??dan semua itu dia ungkapkan??Senang bercampur bingung, apakah orang itu yang terbaik??apa orang itu yang kau tunggu selama ini?? Semua pertanyaan itu sangat tidak berarti dibandingkan hatimu yang ingin memberi jawaban "Yes".

Sebuah kata yang mengungkapkan segalanya, dan segalanya itu pun menjadi jelas, tidak ada lagi rasa takut dan cemas. semua terjawab dengan hanya kata itu. Lama kelamaan rasa itu emakin dalam dan melambungkan siapapun. Tetapi apakah yang dapat kau lakukan bila orang itu tidak dapat kita jangkau??
Orang itu dekat, sangat dekat, tetapi tak dapat dijangkau. saat kau merindukannya, tetapi tidak dapat menjangkaunya karena segala keegoisan yang ada. Keegoisan karena adanya perbedaan yang dirasakan. Keegoisan karena ketidaksiapan. Hanya akrena alasan sekecil itu, muncul pula berbagai alasan-alasan lain yang awalnya idak berhubungan.

Pada saat keegoisan itu memuncak, semua yang kau rasakan seakan menghilang. Mati rasa, mungkin?? Entahlah, tetapi rasa itu sangat memenuhi mu dan seakan-akan rasa itu tidak dapat diungkapkan sedikit pun dan dapat melukai siapa saja. Saat itu, hanya ada satu cara yang terpikir, menyakitinya dengan sebuah kata perpisahan. Tetapi tegakah?? tidak!!

Siapa yang akan tega untuk melakukan hal sejahat itu pada orang yang telah mencintai dan menyayangimu sepenuh hati dan begitu setia?? Tidak ada, termasuk saya :'(
"Biarkan dia yang muak denganku"- pikiran yang sangat jahat, tapi itu yang terbaik. Sampai titik puncaknya, ia membenciku, tidak, lebih tepatnya SANGAT membenci, dan secara otomatis kusadari segala sumber kesalahan adalah kebosananku. Haha..miris. Tapi itu kuakui.

Awalnya, tidak ada lagi perasaan apapun tertinggal. Semua terasa ringan seperti diterbangkan angin. Tetappi perlahan angin itu terbang ke arah yang salah. Kenapa? Karena ia kesepian. Rasanya seperti ada yang hilang dari diri ini. Rasa kesepian muncul dan berbuah menjadi kerinduan yang mendalam.

Suatu waktu orang yang sangat dirindukan  datang dan membawa kembali semua kenangan dan berniat untuk melanjutkannya. tapi sekli lagi, saat itu juga, rasa bingung datang, semua berujung pada kekecewaan lagi. Sayang rasanya, tapi rasa takut lebih mendominasi segalanya.

Dan sekarang apa yang dirasakan??Rindu.

Saat ia mulai berusaha berpaling, ada rasa tidak rela, sangat tidak rela. Kerinduan itu pun datang kembali.
Tetapi apa yang dapat dilakuakan??? Nothing.
Hanya dapat berpegang teguh pada pilihan yang telah dipilih.Ya :')
Tak ada yang perlu disesali? sepertinya tidak juga :D
Kita hanya mampu membiarkan waktu berlalu, dan semuanya akan lebih baik.
That's enough...just hope

-19.09.10-

No comments:

Post a Comment