Tuesday, July 26, 2011

Inspiring Story

hey, kenapa ya waktu terasa bergulir begitu cepat??
Rasanya baru saja kita masih berleha-leha dalam suasana school-holiday, nah sekarang ternyata udah akhir juli
Bulan juli tidak banyak berkesan buat gue kali ini, ada saja rasa hampa yang datang setelah sesuatu hal yang surprising terjadi
Tapi ya sudahlah, anggap saja itu hal biasa, hanya penambah rasa di masa remaja ini :D (?)
*daripada ngawur, to do point aja deh*

Bulan ini gua banyak dapat inspiring story.
semua yang gue nonton ato pun gue baca sangat berkesan, banyak makna yang dapat diambil dari itu
Mulai dari, memaknai hidup, menghargai waktu, menghargai sesama, dan selalu berusaha melakukan yang terbaik di segala hal.
Kisah- kisah menginspirasi itu datang dari film "Surat Kecil untuk Tuhan" dan juga sebuah novel yang bertuliskan "Berteman dengan Kematian" di cover nya.
Let's see their story!!

SURAT KECIL UNTUK TUHAN

Sebagai seorang gadis remaja, Gita Sesa Wanda Cantika atau Keke terbilang beruntung. Memiliki keluarga yang mapan, punya sahabat yang setia serta kekasih yang menyanyanginya. Namun gadis berusia 13 tahun tidak pernah menduga, kebahagiaan yang selama ini ia alami akan berubah ketika sebuah penyakit kanker jaringan lunak (Rhabdomyosarcoma) hinggap di tubuhnya.

Berbagai upaya dilakukan oleh Jody (Alex Komang) untuk menyembuhkan putri kesayangannya itu. Mulai dari mendatangi bermacam-macam pengobatan tradisional sampai akhirnya pengobatan medis di rumah sakit.

Perjuangan yang tak kenal lelah dari sang ayah akhirnya membuahkan hasil. Keke akhirnya dinyatakan sembuh dan bisa beraktifitas seperti biasanya. Tapi cobaan kembali datang setahun kemudian saat kanker ganas itu kembali menghinggapinya.

Diangkat dari sebuah kisah nyata Surat Kecil Untuk Tuhan adalah sebuah film yang sangat menyentuh. Kisah yang tersaji akan mengajarkan anda untuk tidak mudah menyerah dan selalu berjuang dalam hidup. Film ini juga memiliki pesan moral yang dalam. Bagaimana kasih sayang seorang ayah dan ibu kepada anaknya yang tidak kenal lelah dan mengorbankan apapun demi kesembuhan sang anak.

Beberapa adegan bahkan bisa membuat anda terhanyut kedalam cerita. Salah satunya adalah saat Keke memaksa mengikuti ujian akhir nasional walau saat itu kondisinya sangat parah. Namun Keke tetap bertekad untuk berjuang dan tidak menyerah, ia bahkan mendapatkan nilai tertinggi di kelasnya. Sebuah kisah yang patut diteladani.

Menyambut musim liburan, sangat pas jika anda sekeluarga menonton Surat Kecil Untuk Tuhan. Film berdurasi 100 menit ini dijamin akan membuat anda terharu dan menitikkan air mata. Film ini juga mengajarkan bagaimana keluarga dan sahabat terdekat akan menjadi obat yang ampuh untuk melewati cobaan yang berat.



BERTEMAN DENGAN KEMATIAN

Buku ini merupakan true story tentang seorang Sinta Ridwan, seorang gadis muda berusia 25 tahun yang bercita-cita membangun museum naskah kuno nusantara Di sini Sinta nyeritain kisah hidupnya yang sarat pengalaman Selain hidup di tengah keluarga yang berantakan, ia juga harus menghadapi kenyataan ditinggalkan teman-temannya karena kematian ataupun berbagai kesalapahaman yang tak ia harapkan, hidup keras di kota besar, hingga divonis mengidap lupus - penyakit yang belum ditemukan obatnya dan nggak kalah bahayanya dengan HIV-AIDS-- sejak lima tahun lalu

Lupus membuat Sinta lemah dari hari ke hari, tetapi itu enggak bikin dia berhenti bersemangat untuk ngejalanin sisa hidup yang disebut dokter hanya bisa bertahan sepuluh tahun lagi. Meskipun sempat marah dan kecewa dengan keadaannya, kini Sinta enggak lagi melihat kematian sebagai sesuatu yang menakutkan, tetapi sebagai teman yang dapat diajak berbincang.

Justru pada saal itu. Sinta bertekad agar sisa hidupnya bermanfaat untuk bisa ngasih makna ke orang-orang di sekitarnya. Hidup itu harus disyukuri. Kalo kata Sinta, hanya ada satu obat yang bisa nyem-buhin lupus, yaitu kebahagiaan Satu kalimat yang dipegangnya adalah hidup harus hidup.

Semangat itu akhirnya yang bikin mantan Paskibra Kota Cirebon ini kembali bangkit dengan ngelanjutin langkahnya. Sekolah S2, meneliti naskah-naskah kuno nusantara, main di dunia sastra, menerbitkan antologi puisi pertamanya, "Secangkir Bintang", sampai berbagi informasi ke sesama odapus (penderita lupus) dan ia melakukan semua itu tanpa merepotkan semua orang yang menyayanginya.

Inilah kedua cerita inspiratif yang bernilai positif, meski mungkin ada beberapa pihak kurang tertarik dengan cerita perjuangan mereka, akan merubah pandangannya setelah melihat semuanya.
semaga semua yang telah membaca/menonton kedua cerita ini dapat mengambil segala sisi positif yang dapat memotivasi diri kita untuk dapat lebih memaknai hidup dengan sesuatu yang berguna bagi diri sendiri dan orang yang anda sayangi :*
dan yang terpenting "Do what you loved, and Love what you do" 

Thursday, July 7, 2011

When you still said that,
i angry but my heart smile
i stopped you but actually i want you to said it again and again
i acted to dislike it however my heart know i like it
i acted if i didn't care although i did

and when you gone,
i smile although my heart was crying
i didn't stop you although my mind want to do it
i tell everybody that i'm happy without you however it wasn't at all
the worst ever, i let you go without any words

"Silent is gold. But for some situations, silent means tears" :(